Rabu, 29 April 2015

Persamaan Dasar Akuntansi

Persamaan dasar akuntansi dapat digambarkan sebagai berikut:



Aset = Kewajiban + Ekuitas Pemilik


Secara sederhana, informasi yang dapat kita tangkap dari persamaan tersebut adalah bahwa total asset haruslah sama dengan total kewajiban ditambah dengan ekuitas pemilik dimana jumlah sisi kiri harus sama dengan jumlah sisi kanan.

Mungkin bagi kita yang baru saja mengenal akuntansi akan bertanya-tanya mengenai pengertian dan apa yang dimaksud dengan ketiga komponen pembentuk persamaan dasar akuntansi tersebut. Berikut akan dijelaskan secara singkat mengenai ketiga komponen tersebut.

1. Aset

Aset adalah sumber daya yang dimiliki oleh suatu entitas yang dapat digunakan untuk memproduksi barang/jasa yang pada akhirnya akan menghasilkan pendapatan bagi perusahaan. Secara garis besar, dalam pelaporannya pada laporan keuangan, aset dapat dikelompokkan menjadi dua jenis, yakni:

a. Aset Lancar (Current Assets)

Disebut aset lancar karena memiliki tingkat likuiditas yang tinggi, dalam artian dapat dikonversikan ke dalam bentuk kas (cash) dalam jangka waktu operasi normal suatu entitas(pada umumnya satu tahun). Bila kita merujuk pada PSAK 1 dan IAS 1, maka aset digolongkan ke dalam aset lancar bila memenuhi kriteria-kriteria sebagai berikut:

-Entitas mengharapkan agar aset tersebut direalisasikan, atau dimaksudkan untuk dijual maupun digunakan sendiri dalam siklus operasi normal.

-Entitas memiliki aset tersebut dengan tujuan utama untuk diperdagangkan.

-Entitas mengharapkan untuk merealisasikan aset tersebut dalam jangka waktu 12 bulan setelah periode/waktu pelaporan.

-Aset berupa kas atau setara kas, kecuali aset tersebut dibatasi pertukarannya atau penggunaannya untuk menyelesaikan suatu kewajiban sekurang-kurangnya 12 bulan setelah periode pelaporan

Beberapa contoh aset lancar yaitu: kas dan setara kas, surat-surat berharga yang dapat diperdagangkan (saham, surat utang/bonds), piutang, persediaan, dan beban dibayar dimuka.

b. Aset Tak Lancar (Non Current Assets)

Merupakan aset-aset yang tidak termasuk dalam golongan aset lancar dan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk dapat dikonversikan menjadi kas. Contoh aset tak lancar yakni: aset tetap (tanah,gedung, peralatan), investasi jangka panjang, dan lain sebagainya.



2. Kewajiban

Kewajiban (liabilities) secara sederhana dapat diartikan sebagai utang yang harus dibayar oleh entitas. Kewajiban ini muncul/timbul karena berbagai peristiwa, misalnya pembelian yang dilakukan secara kredit, entitas menerbitkan surat utang untuk memperoleh dana, melakukan peminjaman utang, dan peristiwa lainnya. Seperti halnya dengan aset, secara garis besar, dalam pelaporannya pada laporan keuangan, kewajiban juga dapat dikelompokkan menjadi dua jenis, yakni:

a. Kewajiban Lancar (Current Liabilities)

Merupakan kewajiban yang dapat dan biasanya harus diselesaikan oleh suatu entitas dalam kurun waktu satu tahun (jangka waktu operasi normal). Kriteria kewajiban lancar berdasarkan PSAK 1 dan IAS 1 adalah sebagai berikut:

-Entitas mengharapkan dapat menyelesaikan kewajiban tersebut dalam siklus operasi normalnya

-Entitas memiliki kewajiban tersebut dengan tujuan utama untuk diperdagangkan (surat utang)

-Kewajiban tersebut akan jatuh tempo dalam waktu 12 bulan setelah periode pelaporan

-Tidak memiliki hak tanpa syarat untuk menunda penyelesaian kewajiban selama sekurang- kurangnya 12 bulan setelah periode pelaporan

Beberapa contoh kewajiban lancar adalah utang jangka pendek, utang pajak, utang gaji, dan lain sebagainya.

b. Kewajiban tak Lancar (Non Current Liabilities)

Kewajiban tak lancar adalah kewajiban yang tidak tergolong dalam kewajiban lancar yang memiliki waktu jatuh tempo lebih dari satu tahun, seperti: utang jangka panjang, utang leasing, utang garansi, utang obligasi, dan lain sebagainya.



3. Ekuitas Pemilik (Owner’s Equity)

Bila melihat persamaan dasar akuntansi sebelumnya, maka secara sederhana ekuitas pemilik merupakan nilai bersih dari total aset setelah dikurangi total kewajiban. Ekuitas pemilik akan bertambah bila pemilik melakukan penambahan nilai investasinya dengan melakukan penyetoran modal tambahan. Pendapatan yang dihasilkan oleh entitas juga akan menambah nilai ekuitas pemilik. Sebaliknya apabila ada penarikan dana oleh pemilik untuk kepentingan pribadinya (biasa disebut prive), maka akan mengurangi nilai ekuitas pemilik. Biaya-biaya yang harus dikeluarkan oleh entitas untuk menghasilkan pendapatan, juga akan mengurangi nilai ekuitas pemilik.



Untuk sementara demikian yang dapat disampaikan mengenai komponen-komponen persamaan dasar akuntansi. Mohon dikoreksi bila ada yang tidak/kurang pas. Untuk artikel selanjutnya, kita akan coba untuk lebih memperdalam makna dari persamaan dasar akuntansi tersebut.



Semoga bermanfaat dan terimakasih.

Senin, 27 April 2015

Sekilas Tentang Akuntansi


Sebelum melangkah ke hitung-hitungan angka, ada baiknya kita mengetahui beberapa hal mengenai akuntansi.
Pengertian Akuntansi
Secara sederhana akuntansi dapat diartikan sebagai rangkaian kegiatan mulai dari melakukan identifikasi, pengukuran/pencatatan, dan mengkomunikasikan berbagai peristiwa ekonomi yang dialami oleh suatu entitas kepada pihak-pihak yang berkepentingan (Stake Holder).
Dari pengertian tersebut, maka terdapat tiga aktivitas utama dalam proses akuntansi, antara lain:
1.       Identifikasi.
Dalam proses ini kita melakukan analisis mengenai peristiwa-peristiwa ekonomi mana saja yang berkaitan dengan kegiatan suatu organisasi.
2.       Pengukuran/Pencatatan
Dari hasil proses identifikasi, maka kita akan melakukan pencatatan terhadap peristiwa-peristiwa ekonomi yang dapat diukur dalam satuan mata uang (misalnya Rupiah).
3.       Komunikasi.
Hasil dari pencatatan yang telah kita lakukan kemudian akan disampaikan/dikomunikasikan kepada para pengguna. Agar dapat dan mudah dipahami, maka hasil pencatatan disusun dalam bentuk laporan keuangan. Penyusunan laporan keuangan ini pun tentunya harus mengacu pada suatu standar yang telah ditentukan (disepakati).

Bila digambarkan dalam bentuk bagan, maka proses akuntansi dapat dilihat sebagai berikut :



 


  

Pengguna (User) Informasi Akuntansi
Secara garis besar, pengguna informasi akuntansi dapat digolongkan menjadi dua, yakni:
1.       Pengguna Internal
Pengguna internal ini tentunya adalah dari entitas itu sendiri, yakni pihak-pihak/orang-orang yang berperan dalam pengambilan keputusan dalam menjalankan kegiatan organisasi. Informasi akuntansi sangat berguna untuk menentukan arah kebijakan organisasi. Misalnya untuk sebuah perusahaan manufaktur, maka informasi akuntansi dapat memberikan suatu gambaran mengenai kegiatan produksi yang sedang berjalan seperti: apakah proses produksi berlangsung secara efisien, produk mana yang harus diproduksi dengan porsi yang paling besar (bila memproduksi lebih dari satu jenis produk), dan lain sebagainya. Berdasarkan uraian tersebut, untuk keperluan pengguna internal, maka informasi akuntansi yang diperlukan lebih condong ke akuntansi manajemen yang diperdalam dalam mata kuliah tersendiri.
2.       Pengguna Eksternal
Pengguna eksternal dari informasi akuntansi suatu perusahaan berasal dari banyak kalangan, antara lain:
a.       Investor maupun calon investor.
Untuk calon investor, informasi akuntansi akan sangat berguna untuk melihat keadaan keuangan perusahaan, tingkat kesehatan perusahaan, dan profitabilitas perusahaan serta informasi keuangan lain sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada perusahaan tersebut. Sedangkan bagi investor, maka informasi-informasi tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan apakah tetap mempertahankan investasinya atau melepaskan bagian kepemilikannya pada perusahaan tersebut.
b.      Kreditor
Kreditor adalah pihak yang memberikan pinjaman kepada perusahaan peminjam (debitor). Kreditor tentunya memiliki kepentingan yang besar akan informasi akuntansi/keuangan debitor sebagai bahan analisis risiko atas pinjaman yang akan dan telah diberikan, terlebih untuk menilai kemampuan perusahaan dalam mengembalikan pinjamannya.
c.       Pemerintah
Institusi pemerintah seperti Direktorat Jenderal Pajak memiliki kepentingan akan informasi akuntansi dari suatu perusahaan untuk memastikan apakah perusahaan tersebut telah menjalankan peraturan perpajakan yang sedang berlaku.
d.      Pemasok (Supplier)
Pemasok tentu ingin mengetahui kesehatan perusahaan yang menjadi lawan transaksinya untuk memastikan keberlangsungan perusahaan tersebut, terlebih jika pembelian yang dilakukan oleh perusahaan tersebut dilakukan secara kredit.
e.      Pelanggan
Ya, pelanggan pun punya kepentingan akan informasi akuntansi dari suatu perusahaan. Bayangkan misalnya seseorang sedang merencanakan untuk membeli sebuah mobil baru dari suatu merk perusahaan otomotif. Namun pada saat orang tersebut memutuskan akan ke dealer mobil tersebut, tersebar berita bahwa perusahaan tersebut akan menutup pabriknya karena keadaan keuangan perusahaan tersebut sedang memburuk. Tentu berita ini akan menjadi pertimbangan besar bagi sang calon pembeli untuk membatalkan niatnya, karena khawatir akan keberlangsungan layanan purna jual dan ketersediaan suku cadang nantinya.
f.        Pengguna lainnya
Ada banyak lagi pengguna lain dari informasi akuntansi seperti akademisi dan analis ekonomi dan pengguna-pengguna lainnya yang memerlukan informasi akuntansi dari suatu perusahaan untuk kepentingan tertentu.

Dari uraian tersebut maka pertanyaan mengenai apa manfaat mempelajari akuntansi mungkin sudah dapat terjawab disamping sebagai syarat untuk lulus kuliah tentunya J.

Untuk sementara demikian yang dapat disampaikan. Mohon dikoreksi bila ada yang tidak/kurang pas.

Terimakasih

Jumat, 17 April 2015

Seputar Bilik Akuntansi

Bilik Akuntansi akan berisi artikel-artikel mengenai segala hal yang berhubungan dengan akuntansi. Semangat ingin terus belajar dan berbagi pengetahuan adalah hal yang melatarbelakangi penulis dalam pembuatan blog ini.Artikel akan disusun berdasarkan kemampuan dan pemahaman penulis. Untuk itu, apabila dirasa ada yang kurang pas, penulis sangat mengharapkan masukan dari para pembaca.

Penulis sangat berharap, isi dari blog ini nantinya berguna bagi para pembacanya, terutama yang masih awam dalam akuntansi. Saran dan kritik yang membangun sangat diharapkan.

Terimakasih